Mengukur Tinggi Gedung Menggunakan Theodolite

Penawaran-Promo-Diskon-Produk-Alat-Survey-Theodolite-Digital-Topcon-Jepang-DT305-South-China-ET02-Indosurta-Mei-May-2022-Indonesia-Murah-Berkualitas-Bergaransi-Resmi

Bagaimana Cara Mengukur Tinggi Gedung?

Gedung adalah bangunan tinggi besar sebagai tempat kegiatan seperti perkantoran, sekolah, dan sarana lainnya. Mulai dari belasan, puluhan bahkan bisa ratusan lantai.

Pernahkah kamu berfikir, bagaimana cara mengukur tinggi gedung tersebut?

Banyak orang yang berfikir pengukuran gedung dengan mengukur tinggi lantai lalu di jumlahkan dengan menghitung jumlah lantai, atau mungkin ada yang berfikir pengukurannya dengan menggunakan tali ukur lalu di bentangkan ke bawah.

Baca juga : GPS Geodetic Emlid Reach RX GNSS RTK

Cara tersebut tidak akan menemukan hasil yang tepat, bahkan berbahaya jika menggunakan cara membentangkan tali ukur dari atas gedung. Lalu bagaimanakah cara mengukurnya? Apakah ada alat yang dapat mengukur tinggi dengan tepat dan akurat?

Banyak surveyor topografi menggunakan alat canggih seperti theodolite sebagai alat mengukur sudut datar dan juga sudut tegak. Alat tersebut banyak digunakan surveyor untuk mengerjakan pekerjaannya.

 

Lalu seberapa penting kah theodolite itu?

Theodolite merupakan alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar (Horizontal) dan sudut tegak (Vertical). Alat ini tergolong canggih, karena mempu membaca dalam hitungan detik. Theodolite lebih akurat dari pada waterpass. Lalu seberapa pentingkah theodolite untuk pengukuran tanah?

Seseorang yang mempunyai profesi sebagai surveyor topografi tidak asing mendengar yang namanya theodolite. Mereka menggunakan theodolite untuk melakukan pekerjaan mereka. Seperti: 

  1. Membantu aktivitas pemetaan
  2. Mengukur tinggi bangunan bertingkat
  3. Menentukan sudut siku-siku sehingga sudut rungan nantinya akan terlihat indah

Cara mengukur tinggi gedung menggunakan theodolite

  1. Tentukan lokasi berdiri alat

untuk mencari posisi yang pas, nantinya akan di letakan theodolite dan juga untuk mempermudah pada saat pengamatan

  1. Pengambilan data

setelah melakukan pengamatan, maka ketemulah data jarak dan sudut dari gedung tersebut

  1. Mengkalkulasikan

Hasil dari data jarak dan sudut tersebut dikalkulasikan menggunakan rumus sebagai berikut :

MEMAKAI SUDUT VERTIKAL (ELEVASI)

  • Do = (BA-BB) x 100 x cos V, jarak optis
  • Do = (BA-BB) x 100 x cos2 V, jarak datar

 

Do = Jarak Objek

BA = Benang Atas

BB = Benang Bawah

100 = Konstanta

Cos V = Sudut

 

Kesimpulan

Hanya dengan menggunakan alat theodolite, kamu mampu mengetahui tinggi gedung tersebut. Tanpa harus mengukur dari ketinggian atau mengukur tinggi ruangan lalu di jumlahkan dengan ruangan tersebut. Cukup canggih bukan? 

 

Baca juga : Integrasi data geografis untuk perencanaan perkotaan (SIG)

Baca juga
error: Content is protected !!
Scroll to Top